Hari Pangan Sedunia di SD Marsudirini Kemang Pratama Bekasi

Hari ini (16 Oktober 2017) seluruh keluarga besar SD  Marsudirini Kemang Pratama Bekasi memperingati Hari Pangan Sedunia. Tema yang diusung kali ini adalah Semakin Bergizi Hidup Makin Berkualitas sesuai dengan tema yang digunakan Keuskupan Agung Jakarta.

Oh ya, sekolah hari ini mengadakan beberapa kegiatan di antaranyaPerayaan ekaristi, hari tanpa jajan dengan membawa bekal makanan bersama, dan menyantap makanan tanpa minyak. Artinya, baik guru, staff, siswa, bahkan suster diajak untuk mengonsumsi makanan sehat dengan cara direbus.

Acaranya seru sekali. Anak-anak dikenalkan aneka jenis makanan yang sehat, menu dan masakan yang sehat, kelengkapan makanan sebagai lauk, dan tentunya ajakan makan bergizi seimbang,dan MENGHABISKAN makanan. Banyak lho anak-anak yang masih pilih-pilih makanan dan kadang menyisakan makanan mereka.

Ekaristi Hari Pangan Sedunia di SD Marsudirini Kemang Pratama Bekasi 

Makan bekal sehat Sedunia di SD Marsudirini Kemang Pratama Bekasi 

Hari tanpa jajan saat Hari Pangan Sedunia di SD Marsudirini Kemang Pratama Bekasi 

Oh ya, Seperti kita tahu, HPS dijadikan tradisi masyarakat dunia sejak tahun 1981, berdasarkan keputusan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) tahun 1979. Latar belakangnya adalah keprihatinan akan bencana kelaparan yang masih diderita oleh banyak saudari-saudara kita di berbagai tempat di dunia, baik dalam skala besar maupun kecil. Yang menjadi keprihatinan bukan sekadar kelaparan yang berarti tidak adanya makanan, melainkan kurangnya makanan yang bermutu.

Mengapa anak-anak SD Marsudirini Kemang Pratama Bekasi diajak untuk selalu menghabiskan makanan mereka? Seperti diberitakan oleh koran Tempo tanggal 12 Juli 2017 yang lalu, Menteri Kesehatan menyatakan bahwa 37,2 persen dari jumlah anak di Indonesia, atau sekitar 9 juta anak, mengalami kekurangan gizi. Akibatnya tampak dalam kondisi gagal tumbuh pada anak balita, sehingga tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya. Kekurangan gizi ini terjadi sejak bayi masih berada dalam kandungan dan pada masa awal setelah lahir. Nah, dengan menghabiskan makanan yang sudah disiapkan berarti kita semua menghargai pangan.

Mengenalkan menu sehat pada peringatan  Hari Pangan Sedunia di SD Marsudirini Kemang Pratama Bekasi 

Masih terngiang dalam ingatan kita kata-kata keras  dari Bapak Paus Fransiskus beberapa tahun lalu, bahwa barangsiapa membuang makanan, sama dengan merampoknya dari orang miskin. Tergerak oleh kata-kata ini, kami mengajak umat Katolik Keuskupan Agung Jakarta untuk terlibat dalam Gerakan Suka Menolong yang kita canangkan pada tahun 2017 ini, dalam rangka memberi wujud pada cita-cita membangun pribadi yang semakin adil dan semakin beradab.

Dalam hal makanan ini, tidak membuang-buang makanan adalah salah satu bentuk upaya menolong sesama secara tidak langsung. Tentu, akan lebih baik jika kita pun mampu menyisihkan makanan dan penghasilan kita agar saudari-saudara kita, anakanak kita yang kekurangan gizi bisa dibantu. Inilah salah satu tujuan dari HPS tahun ini.

Bapak dan Ibu guru dan staf memperingati Hari Pangan Sedunia di SD Marsudirini Kemang Pratama Bekasi dengan makan bersama menu sehat tanpa minyak.

Jadi, marilah kita bersama-sama mengupayakan agar makanan yang bergizi tersedia untuk siapa pun, baik di tengah keluarga maupun di tengah masyarakat. Marilah kita bersama-sama berusaha untuk bertumbuh sebagai pribadi yang mulia, antara lain dengan memilih makanan yang sehat bergizi dan rela berbagi, agar saudari-saudara kita, anak-anak kita pun dapat dibebaskan dari kekurangan gizi.

Foto: koleksi SD Marsudirini Kemang Pratama Bekasi.

Teks: sebagian Surat Gembala 2017 KAJ dalam rangka Hari Pangan Sedia

Facebook Comments